Resep tersembunyi memanfaatkan layanan jejaring sosial dengan arif.
PERINGATAN!
Jangan diketahui,
nanti engkau menyesal ketularan cerdas.
Pada saat tahun 2010 di Batam, diriku kenalan dunia internet.
Tempat besar kaya bermacam-macam rupa data informasi.
Ada teks, gambar, gambar bergerak yang amatmenarik atensi kita.
Dengan menggunakan situs web berjenis mesin pencari yang dinamai google,
saya menulis 1 atau 2 kata disitu.
Google yang “o” nya ada 2ya.
Kedepannya kata-kata ini dipanggil keyword ya.
Pada suatu hari ketika belajar di sekolah di Batam, seorang rekan mendatangi situs, yang jika dilihat dari jauh penuh warna biru tua.
Banyak orang menyebutnya Facebook.
Saat itu saya bingung, caranya mengunjungi situs yang seperti itu.
Aku cuma memperhatikan dari belakang, yang terpisahkan dua atau tiga meja di lab komputer.
Setelah pulang dari tempat belajar (sekolah), aku dengan segera membuka komputer jinjing/laptop yang diletakkan di rumah.
Aku pun mencoba mengenali yang namanya alamat pesan elektronik/email.
Rupanya, itu adalah alat yang dibutuhkan waktu itu untuk keperluan melakukan registrasi di situs berwarna biru tadi, yang tidak lain tidak bukan adalah Facebook (FB).
Hari itulah, aku registrasi ke layanan berwarna agak ungu, tulisan di logonya : Yahoo!
Aku belum kenal google mail.
Setelahnya, saya mendaftar di facebook.com.
Kali pertama aku memiliki akun jejaring sosial.
Saya belajar cara memperbarui status.
Menuliskan apa yang aku pikirkansaat itu.
Alasannya?
Karena disana ditulis
“Apa yang sedang anda pikirkan?”
Pertanyaan yang memancing.
Hari terus berlalu.
Hampir setiap hari aku melihat pesbuk/fb. Minimal satu kali dalam sehari nya.
Sepertinya lahir sebuah candu pada fitur-fitur yang dihadirkan oleh mereka itu.
Pada sore hari aku memperhatikan suatu postingan, di satu grup facebook yang mana tulisannya mengiklankan media sosial miliknya.
“Wow, kok bisa ya?!”
Aku sangat kagum kala itu, si dia punya sosial media sendiri.
Bukan hanya akun saja, malahan situs situs web sosmed ….!
Warnanya waktu itu kagak biru, tapi merah, tetapi tampilannya sangat mirip facebook model klasik.
Aku pun langsung bertanya batin (hati),
“Bagamana cara membikinnya?”
Bongkar Rahasia Cerita Memakai Media Sosial di Batam berlanjut!
Hampir setiap hari aku mengakses internet.
Mulai dari menelusuri blog, melihat situs web, dan bermacam-macam lainnya.
Sampai-sampai saya mengenal dunia programing web.
Bermula dari kode simpel bernama
HTML.
Berlanjut ke bahasa program yang dipakai Mark Zuckerberg kala merancang facebook miliknya, dalam kamarnya di universitas Harvard yang merupakan bahasa program PHP (Hypertext Preprocessor).
Saya tetap juga menyimpan rasa panasaran, pada orang Indonesia yang memiliki medsos nya sendiri.
Aku pun membuka yahoo search dan berbagai mesin pencari lainnya, mengetikkan berbagai kata kunci disana.
Hasilnya aku mendapatkan jawabannya.
Cara menciptakan sosmed sendiri ternyata tak susah.
Kita boleh menggunakan memanfaatkan CMS (Content Management System) yang telah dibuat orang lain.
Nantinya kita tinggal mengatur sedemikian rupa supaya sesuai kemauan kita.
Nama CMS nya itu yakni DCMS.
Itu diciptakan dengan menggunakan bahasa pemograman PHP.
Tampaknya dibikin oleh orang rusia.
Saya pun jadi berkenalan dengan berbagai istilah, misalnya domain, hosting, dan lain semacamnya.
Bermacam-macam tutorial saya baca. Namun tidak menemukan yang sesuai.
Banyak waktu aku mencoba, tapi hasilnya selalu tidak bekerja dengan baik.
Akhirnya aku tinggalkan, dan membikin wap dengan memakai HTML, sesuai keinginan.
Berminggu-minggu sudah berlalu, saya masih panasaran juga, memang aku melihat berbagai postingan jasa menginstall DCMS, namun aku ingin membuat secara mandiri.
Perkenalan ku dengan dunia domain, script php, hosting tadi dan semacamnya kian lama jadi lebih dalam.
Sesungguhnya sih saya sudah bisa menginstall media sosial sendiri, karena ada penyedia hosting gratis yang menyediakan fasilitas untuk install jejaring sosial secara gratis menggunakan JCow.
Hanya beberapa klik saja.
Kalau itu anak SD juga bisa.
Namun aku tidak mau yang sesederhana itu. Diriku maunya yang memakai DCMS Facebook itu.
Pada akhirnya di suatu hari di tahun 2012, saya berhasil memasang DCMS itu dengan baik.
Cita-cita lama akhirnya terwujud , tanpa membayar bantuan apapun.
Rasa Lega
dan senang hadir di hati saya.
Sejak saat itulah aku terus belajar membuat situs web yang terhubung dengan jejaring sosial.
Facebook, Twtr, Instagram, Pinterest dan lainnya saya coba memakainya.
Ribuan hari menggunakan sosial media, membuat aku punya segudang pengalaman dengannya.